ERROR

1 2 3 4 5
10 Kesalahan Komunikasi Politik PKS

Dalam seminggu ini setidaknya ada dua isu politik pemerintahan yang lumayan heboh. Pertama tentang E-KTP. Kedua tentang kasus penyitaan mobil oleh KPK dari oknum PKS (Luthfi Hassan Ishaq). Yang pertama soal E-KTP yang tidak bisa difotokopi ternyata hanya salah tafsir media. Faktanya tidak apa-apa di fotokopi. Sementara, tentang perseteruan KPK

Teroristainment: Kenapa Deradikalisasi Gagal?

Seperti acara infotainment, kasus terorisme pun sekarang dikemas seperti itu. Bombastis, penuh drama dan menjadi tontonanan yang dirancang menarik perhatian banyak orang. Itulah teroristainment, “acara” yang kembali ditayangkan di layar kaca kita. Peristiwa penggerebegan, operasi Densus 88 yang menangkap 13 orang terduga teroris di berbagai daerah. 8 diantaranya mati ditembak. Yasraf

Selamatkan PKS, Beginilah Caranya

Selamatkan PKS.  Kata ini  sepertinya masih relevan untuk kita bincangkan.  Pertanyaannya adalah apakah PKS memang perlu diselamatkan? Apanya yang diselamatkan? Begini, saya kira sebagai institusi, sebagai aset umat sebagai partai (berbasis) Islam, PKS tetap perlu diselamatkan. Tapi,  secara personal, terutama terkait dengan kader-kadernya yang sedang tersandung masalah hukum, tentu saja

Pertarungan Media PKS VS KPK, Siapa Menang?

Kembali media ramai membicarakan kasus mantan presiden PKS Luthfi Hasan Ishaaq (LHI). Tentu saja masih terkait dengan  kasus  impor sapi dan segala pernah-pernik berbau korupsi didalamnya. Media-media semacam Detikcom, Kompas, Tempo dll memberitakan bagaimana heroiknya KPK mencoba membabat habis siapapun yang diduga melakukan korupsi dan merugikan negara, sementara mereka yang

10 Bisnis Informasi yang Perlu Anda Ketahui

Era digital sekarang ini muncul istilah pebisnis informasi, siapa itu? Ya, mereka, baik perseorangan atau tim yang memperoleh penghasilan dari bisnis informasi (kegiatan mengolah dan menyajikan data untuk klien). Lantas, usaha (profesi) seperti apa saja yang terkait dengan bisnis informasi ini, berikut beberapa contohnya:   1. Pengusaha media. Mereka yang menjadi pemilik

Self Publishing: Jalan Alternatif Penulis

Cara yang paling kuno dalam menerbitkan buku begini. Tulis naskah 100-150 halaman, kirim ke penerbit. Tunggu kabar (bisa 1 bulan sampai 2 tahun). Kalau lagi beruntung, buku diterbitkan,  dengan royalti 10 % yang kadang pembayarannya macet-macetan. Selebihnya 40-60 % hasil penjualan buku masuk kantong distributor (toko buku). Alamaak: Bikin

Forum Pemimpin Redaksi, Dibeli Penguasa?

Sore itu, 18 Juli 2012 di Hotel Atlet Century Forum Pemimpin Redaksi dideklarasikan. Sekira 55  pemimpin redaksi media baik cetak, online maupun elektronik bersepakat membangun kelompok kepentingan tersebut.  Tujuannya cukup mulia, mempersatukan seluruh pemimpin redaksi media untuk memajukan dunia pers di Indonesia. Didaulat sebagai Ketua, Wahyu Muryadi dari Majalah Tempo. Dari

Kritik Suap Sapi Tempo

Apa yang terpikirkan dengan judul di atas? Barangkali, judul yang tendensius. Bagaimana dengan judul “Suap Sapi Berjanggut?” Itulah judul dari Majalah Tempo edisi 4-10 Februari 2013. Saya kira, punya rasa tendensius yang  sepadan, kurang lebih samalah. Ketika saya melintas di perempatan jalan saat lampu merah menyala, seorang pedagang koran menawarkan

Skandal Pajak Keluarga Istana dan Kebusukan Detikcom

  Saat mau tidur saya iseng baca berita di Detik.com (Senin, 04/02/2013 21:33 WIB ) berjudul “Laporan dari Jeddah  SBY: Saya & Keluarga Laporkan Pajak Sesuai Ketentuan, Tak Ada Penyimpangan”.  Penulisnya Arifin Ashydad. Saya  agak heran dengan berita ini, beritanya panjang betul.  Tumben sekali  wartawan Detikcom menulis panjang, biasanya beritanya pendek-pendek,

Media dan Capres 2014

Sudah hampir 10 tahun negeri ini dipimpin oleh presiden SBY. Hasilnya apa? Seperti yang kita lihat sekarang, sulit bagi kita untuk mengatakan presiden kita ini berhasil.  Bahkan, satu hal yang paling menonjol dari SBY justru nampak sebagai sosok yang indolent (lamban). Selalu lambat dalam bergerak dan yang ada hanyalah

Sorotan Media Menyoal Kerja BNP2TKI

Situs media online Detik Com (Sabtu, 26/01/2013 16:16 WIB) menyiarkan berita yang cukup menarik. Cerita Ligwina Hananto dan Kisah Miris TKI di Bandara Cengkareng. Berita itu diangkat dari serial cerita Ligwina Hananto  melalui akun twiternya terkait bagaimana ketidakdilan atau perlakuan yang tidak sepantasnya oknum BNP2TKI (Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan

E-Commerce di Tahun 2013, Bagaimana Prospeknya?

Pada diskusi rutin bulan Januari di Institut Peradaban bertema “Dampak Krisis Ekonomi Eropa Bagi Indonesia”, saya mendengar cerita dari Dr Berly Martawardaya (UI) bagaimana krisis di Eropa  cukup mengerikan. Pun pengangguran   juga begitu merajalela. Belum lagi,  bagaimana perusahaan dan sektor-sektor  yang bisa menampung dunia kerja dikuasai oleh kelompok tertentu,

Harry Tanoe: Raja Media Haus Kuasa

Istilah raja media memang tak pas betul. Tapi  saya kira Harry Tanoe punya banyak  stasiun televisi, semua orang tahu. Ya, pantaslah kalau ada yang menyebutnya begitu. Karena modal inilah tokoh beretnis Cina ini mendapat banyak sorotan. Saat dirinya bergabung dengan Partai Nasional Demokrat beritanya menyita banyak perhatian publik. Pun begitu

Bumerang Politik Citra Dahlan Iskan

Politik citra Dahlan Iskan akhirnya menjadi bumerang.  Pada periode awal kepemimpinan Dahlan Iskan, tokoh ini disambut hangat oleh masyarakat luas. Mulai dari menyapu tempat kotor di Monas, tidur dengan petani gula miskin, mempersilakan pengendara mobil untuk masuk tol tanpa membayar dengan alasan agar tidak lama mengantri. Belum lagi naik KRL

Media dan Citra Anak Pejabat

Di Jaman orde baru, citra anak pejabat itu jagoan. Punya fasilitas mewah dan tak mau kalah. Kalau misalnya melanggar lalu lintas dan diberhentikan oleh polisi berpangkat rendahan, mereka kerap melawan. Tentu dengan menyebut-nyebut nama besar ayahnya. Itulah salah satu citra anak pejabat yang menonjol di jaman orde baru. Lalu sekarang,

Menyoal Kembali Citizen Journalism

Saat saya sekedar ber-Tachiomi (Jalan-jalan ke toko buku, membaca, tidak berniat membeli), seperti biasanya, malah tergoda. Ya, barangkali kebodohan yang saya biarkan terpelihara.  Setiap ke toko buku biasanya hanya dua rak yang saya sambangi.  Rak khusus novel-novel terbaru dan rak buku sosial politik khususnya Ilmu Komunikasi. Sebuah buku warna kuning

Dari Hobi Jadi Bisnis Lewat Social Media

Dari jualan kue lewat twitter bisa lunasi hutang sebesar 500 juta. Ini  tidak ada di dunia mimpi tapi benar-benar terjadi.  Itulah yang dialami, sebut saja namanya Ibu Ike, seorang  pebisnis kreatif pembuatan  kue brownies. Awalnya menjual satu Loyang kue saja susahnya setengah mati. Padahal banyak  brosur dan flyer  sudah disebar

Easy Biz: Rahasia Sukses Bisnis Online

                            Anda pingin kaya dan sukses dari bisnis online? Tapi baru sebatas mimpi semata Masih ragu memulai bisnis Takut akan ancaman kegagalan Easy Biz mengantarkan Anda Mewujudkan  mimpi-mimpi itu semua...   Ya. Easy Biz adalah sebuah buku yang ditulis oleh Ollie (Salsabeela) seorang entrepreneur dari berbagai bisnis online, buku ini diterbitkan oleh Penerbit Gagas Media Jakarta. Sebuah buku

HMI Diserang HMI (Harus) Melawan

Serbu Sekretariat HMI, Brimob Todongkan Senjata Laras Panjang. Begitu fakta yang dilansir Hminews.  Penyerangan itu adalah buntut dari aksi penolakan kenaikan BBM yang dilakukan sebelumnya. Dalam aksi itu,  bingkai foto SBY pecah dan yang pecahkan bingkai foto itu langsung jadi tersangka. Salah satu kader Partai Demokrat geram dengan insiden unjuk rasa

Blogging for Money: 10 Cara Mendapatkan Uang Halal Lewat Blog

Bagaimana cara meng-uangkan blog Anda. Ada banyak cara. Kali ini, saya akan berbagi tentang buku yang saya baca. Judulnya, blogging for money  alias ngeblog untuk dapetin duit. Buku Blogging for Money ini karangan Medhy Aginta.     Banyak cara untuk meng-uangkan blog Anda yang penulis sarankan dalam buku ini. Dalam buku ini,

Semiotika Sandal Jepit

Sandal jepit. Apa yang menarik dari sebuah sandal jepit? Tidak ada, selain berguna sebagai alas kaki saja. Tapi, di awal tahun 2012, sandal jepit tiba-tiba menjadi tema berita yang cukup populer. Sebuah media terbesar di tanah air, Kompas, 4 Januari 2012, memasang foto besar dihalaman utamanya. Sebuah foto sandal jepit

Quo Vadis Media Islam

  Konferensi Media Islam Internasional Ke-2 akhirnya selesai. Hasil utamanya, deklarasi Jakarta yang berisi tekad untuk menggalang kerja sama dan meningkatkan profesionalisme industri pers muslim dan wartawannya (Eramuslim, 16/12/2011).   Beberapa butir penting dalam deklarasi Jakarta tersebut adalah soal perlunya kerjasama antar media dalam pertukaran konten media, memanfaatkan potensi media dalam mengkampanyekan

Media Melawan Koruptor

Di tahun 1999 Olle Tornquist, professor  politik dari Universitas Oslo ketika menyorot Indonesia, mewanti-wanti akan datangnya gejala demokrasi kaum penjahat (Badguy Democracy).   Saya kira, fenomena demikian benar-benar menjadi kenyataan di negeri ini. Negeri yang elit politiknya begitu bangga dengan demokrasi, tapi aroma busuk terus menggurita.   Apalagi kalau bukan karena  korupsi.

Wanda Hamidah untuk Gubernur DKI

  Kabar baik. Wanda Hamidah, artis sekaligus politisi PAN itu akan meramaikan bursa calon gubernur DKI Jakarta 2012 nanti. Saya kira, masyarakat Jakarta bersuka ria mendengar kabar ini. Saya tak akan banyak omong mengenai kira-kira sejauh mana dukungan masyarakat terhadap tokoh cantik ini. Pihak lembaga survey mungkin lebih pantas dan berkapasitas

Majalah Sabili Pasca Khadafi

Sudah menjadi rahasia umum. Konon katanya: Sabili, majalah Islam dwi mingguan itu mendapat sokongan  dari Moamar Khadafi, pemimpin Libya yang tewas ditembak rakyatnya sendiri.   Pertanyaannya, apakah media itu akan sanggup bertahan, akan sanggup tetap terbit dwi mingguan? Ataukah akan gulung tikar dan misalnya berhenti menerbitkan media cetaknya dan beralih fokus

Membaca Gerak Sri Mulyani

Sri Mulyani Indrawati. Tokoh yang satu ini, dikenal luas publik saat kasus ribut-ribut Bank Century. Kasus yang sampai saat ini tak pernah tuntas. Namun, sempat “mengharumkan” namanya.   Dicaci maki di negeri sendiri tapi “dipuja” di luar negeri. Setelah kasus tersebut,  Sri Mulyani bekerja sebagai manajer di Bank Dunia.  Posisi dan sebuah

Menyoal Koran Online Berbayar

Sekarang ini, untuk bisa membaca Koran Kompas edisi online harus membayar Rp 50.000/bulan. Banyak yang menggerutu dan menyumpah serapah. Kompas, yang dikenal sebagai koran nomor satu dalam soal pendapatan (finansial) dinilai masih punya tabiat serakah dengan memungut bayaran kepada pembaca media ini pada edisi online. Tapi, apa boleh buat, masyarakat

Pers Melawan Amoralitas

Dunia pers kembali menorehkan prestasi jurnalistiknya. Salah satu jurnalis foto harian nasional berhasil memotret  anggota DPR, Arifinto, dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ketika sedang asyik menonton film porno (erotis), dalam sebuah rapat paripurna. Jelas, kejadian memalukan ini mengguncang jagat politik Tanah Air.  Peristiwa ini sekaligus menampar muka DPR  untuk kesekian

Manajemen Krisis Garuda Indonesia

Garuda Indonesia menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada para pengguna jasa sehubungan dengan penundaan dan pembatalan penerbangan, berkaitan dengan penerapan sistem monitoring operasional yang baru.     Saat ini Garuda terus melaksanakan upaya dan langkah-langkah perbaikan, dan mengharapkan kegiatan penerbangan dapat berjalan normal kembali sesegera mungkin. Melalui kesempatan ini kami ingin

Indra J Piliang Perangi JIL lewat Twitter

Saat Indra J Piliang, memprokamirkan diri di Twitter melawan JIL (Jaringan Islam Liberal), saya memantau dan serius mengamati. Sambil mencari-cari adakah sesuatu yang menarik dan berisi. Bukan sekedar soal sempit urusan pribadi. Agak kesulitan saya memilah-milah berondongan “kicauan” yang muncul. Agak melelahkan mata dan pikiran, belum lagi, kalau internet ngadat.